Slow Jigging di Spot Sepatin

Landed Kakap Merah

MANCINGMANIACOM - Sensasi strike Tuna gigi anjing atau Dog Tooth kerap kali membuat para pemancing kewalahan sekaligus menyenangkan. Hal inilah yang dialami oleh beberapa para mania asal Kalimantan ketika merasakan ganasnya penguasa Laut Samarinda. Ingin tahu bagaimana keseruaanya dan apakah berhasil membawa pulang sang predator? Yuk simak obrolan dengan redaksi mancingmania.com.

Berawal dari trip ke daerah Bontang yang tidak jauh dari kota Samarinda, Angler asal Balikpapan ini menuturkan “Saat itu saya melihat potensi laut disana cukup bagus dan kebetulan teman di FB yaitu mas Argo yang mulai mengajak saya ke berbagai spot potensial, salah satunya di Sepatin.” ungkap Apen kepada redaksi.  

Bersama teman karibnya Bambang Herlambang, berangkat lah kedua angler ini menuju Samarinda menggunakan transportasi udara. Setibanya di bandara, mereka pun disambut oleh Argo, Hendro dan teman-teman pemancing yang sudah menunggunya. Nuansa hangat pun terasa ketika jamuan makan malam dihidangkan. Tak mengenal siapa lebih dulu memancing atau yang paling mahir, namun semuanya larut dalam kekeluargaan.

Setelah 4 jam perjalanan menuju Desa Badak, tim pun mulai bergegas memasukan segala peralatan ke dalam kapal. Jarak yang cukup jauh pun harus kembali ditempuh dengan kondisi gerimis dan angin laut yang kencang. Seketika angin kembali tenang, piranti pancing pun mulai dimainkan dan ingin segera mencelupkan ke dalam laut. Beragam teknik pun mulai diperagakan, ada yang dasaran, popping dan slow jigging.  

Berbeda dengan teknik jigging biasanya, slow jigging dirasa cukup efisien dan tidak mudah membuat lelah saat menurunkan maupun memainkan jig. Menggunkaan Reel OH 15001 dan tali PE 20 lbs ternyata berhasil menggoda Rubby Snnaper, strike pertama diraih oleh Aphen. Tak berselang lama, strike kedua pun kembali didapatkannya dengan ikan Kerapu. Tak mau kalah, Argo, Hendro, Duwi, Darwin, Ramadansyah, Jitex, Ubay, Cak Nur dan Mul juga semakin bersemangat memainkan piranti pancing.

Hanya butuh 30 menit berjalan, satu per satu angler mulai merasakan penguasa di spot Sepatin. Kisaran waktu 15-20 menit setiap ikan berhasil dinaikan, terlebih ketika ada yang mendapat perlawanan Doggy sebesar 20 kg dan Ruby Snapper 9 kg. Total ikan yang bisa dibawa pulang sekitar 21 ekor Doggie dan Ruby 11ekor. Om Aphen pun sempat merasakan ganasanya gigitan Tuna gigi anjing dengan slow jigging, sedikit kewalahan dan tangan berkeringat serta joran yang semakin menukik, akhirnya perjuangan pun berahkir dengan kemenangan. Sebesar 14 kg ikan berhasil landed. Trip kali ini membuat kesan tersendiri dalam benaknya

Aphen menceritakan di sela-sela kesibukannya menjaga toko pancing, “saat trip, saya melihat beberapa teman masih kurang yakin menggunakan slow jigging dengan alasan Dogie hanya memangsa umpan yang cepat,  kedua, set tackle slow jigging itu halus dan kecil otomatis mereka berfikir set sekecil ini tidak dapat menaikkan ikan yang besar. Namun karena disini sama-sama belajar, akhirnya beberapa mencoba dan  lucunya satu teman ada yang memakai set spinning light dengan reel 3000, rod PE1.

Hal menariknya yaitu saat mancing dasaran/ngoncer, beberpa joran diletakan di rod holder yang hanya diikat di pagar, tiba-tiba umpan disambar Doggie, dan berakibat rod holder serta 5 set pancing terpelanting semua karena tarikan sang predator laut. Tapi beruntung 3 set masih terselamatkan. Dari sini kita bisa belajar bahwa sewaktu mancing teknik dasaran jangan pernah meninggalkan piranti pancing” ujar cerita singkat kepada redaksi. (bima kepada red.mm)

 

Related Post

Your comment is awaiting moderation.