Menjaga Perairan Indonesia dengan Memancing

Hasil tangkapan!

MANCINGMANIACOM - Jika sebagian anak-anak ditanya mengenai apa cita-citanya, pasti menjawab ingin menjadi seorang Polisi, Tentara, Dokter, Pilot, dan Insinyur. Nah bagaimana rekasinya dan perasaaanya jika dulu yang diimpikan sejak kecil bisa terwujud? sudah pastinya senang. Inilah yang juga dirasakan salah satu perwira yang saat ini bertugas sebagai Polisi Perairan. Menariknya, disamping bertugas, beliau juga sangat menyukai olahraga memancing. Yuk intip keseruannya bersama redaksi mancingmania.com.

Dibesarkan oleh sebagian anggota keluarga yang berprofesi sebagai polisi, tidak membuatnya besar kepala. Bahkan dari kecil, hobi memancing sudah dimulai sejak kelas 4 SD. Sama seperti anak laki-laki pada umumnya yang juga bermain sepak bola dan layangan, Riccar Sandi atau yang biasa diapa Om Sea lebih memilih untuk memancing. Tapi kesenangan ini memuncak ketika kelas 1 SMA. Bersama pamannnya, beliau diajak ke Perairan Karang Antu. Berbekal teknik mancing yang masih sederhana yaitu teknik dasaran, beliau sempat merasakan tarikan ikan Kurisi dan Gerik.

Hampir 3 tahun menghabiskan waktu dengan memancing dan lokasi rumah yang tidak jauh dari laut, membuatnya mancing di laut sudah seperti taman bermain. Setelah tamat sekolah, om Sea lalu melanjutkan ke jenjang pendidikan Polisi pada tahun 2007. Dari sinilah, takdirnya mengarahkan untuk menjadi polisi perairan. Beruntung, beliau masih di tempatkan di perairan banten dan di bidang ini juga terkadang memanfaatkan waktu istirahat atau libur dengan memancing.

Di bidang polisi perairan ini om Sea bertugas dalam mengawasi wilayah perairan Indonesia. Tentunnya, banyak pengalaman yang pernah dialaminnya, dan beliau tidak sungkan untuk menceritakan kisahnnya. Saat bertugas di sekitaran pulau panjang, tepat pukul 15:20 WIB, kami melihat 1 kapal yang sangat mencurigakan dan dugaan itu ternyata benar, kapal tersebut membawa potongan besi kapal yang diambil dari bangkai kapal perang dunia, dan itu dilindungi sebagai cagar alam bawah laut, sehingga harus memiliki surat izin (dokumen), kami pun ahkirnya membawanya untuk diproses sesuai peraturan UU.                                                 

Keesokan harinya kami patroli dan kembali ke sekitaran kapal karam tersebut, karena hobi mancing,  peralatan pun tidak lupa dibawa, saat menurunkan umpan mancing, tidak lama kemudian umpan berhasil disambar oleh ikan Kue Lilin, tarikan dan tarikan terus terjadi. Hal ini ternyata memicu teman yang juga ikut, alhasil mereka mendapatkan ikan Kerapu dan ekor kuning. Tidak terasa umpan yang digunakan pun habis, pada malam harinya kami kembali untuk beristirahat sembari menikmati hasil tangkapan.

Keseruan memancing dalam bertugas, ternyata tidak dialami sekali tapi saat ditempatkan di Kalimantan pun merupakan hal yang tak terlupakan. Saat mengawal kapal perusahaan Migas, menggunakan teknik trolling pun berhasil mendapatkan tenggiri dengan bobot 14,5 kg. Selain teknik trolling, teknik casting dan popping pun yang baru dikenalnya juga memiliki kesan tersendiri. Saat mancing di Pulau Panjang, minnow dan mini popper yang dicelupkan, tiba-tiba di sambar ikan,secara perlahan piranti pun mulai dimainkan dan ahkirnya strike ikan GT. “Semenjak ditugaskan di Polair, hampir beragam teknik digunakan, dan ini menambah pengetahuan saya tentang dunia mancing” ungakap Om Sea. 

Walapun terkadang hari libur disempatkan untuk memancing, namun di usianya yang masih menginjak 39 tahun, ia juga tidak lupa membagi waktu bersama istri dan 1 orang anaknya. Bahkan kegiatan mancing selama ini, sangat didukung oleh keluarganya, karena kebetulan sangat suka mengonsumsi ikan.  “Walaupun jarang mendapatkan libur, tapi beruntung saya masih dekat dengan keluarga yang kebetulan juga tinggal di daerah Serang, Banten. Harapan saya  untuk para angler mari kita rawat laut kita dan Arnapat Darva Mahe Karena di Laut Kami Bangga” begitulah penuturan angler  asal banten ini saat menceritakan kisahnya kepada redaksi mancingmania.com. (bima kepada red.mm)

 

Related Post

Your comment is awaiting moderation.