Bayu Kusuma, Penjelajah Spot Mancing

Bayu Kesuma tangkap Gabus

MANCINGMANIACOM - Rasanya kegiatan mancing juga disukai generasi milenia. Tak jarang di setiap berbagai lokasi terlihat anak-anak mulai belajar mancing dan bahkan sudah berani mengikuti event. Salah satunya pemancing asal Karanganyar, Jawa tengah yaitu Bayu Kususma Jati.

Sosoknya yang periang dan cukup bersahaja semakin terlihat ketika pertama kali dikenalkan dengan dunia mancing. Di usianya yang masih 16 tahun, tidak nampak raut wajah yang malu ketika bertemu dengan para angler yang lebih senior. Hampir di setiap spot freshwater ataupun saltwater sudah pernah dijelajahinnya. Semua kegiatan mancingnya pun juga mendapat dukungan dari kedua orangtuanya yang berprofesi sebagai dokter.

Sejak kecil, Bayu sapaan akrabnya sering diajak oleh Ayahnya ke pemancingan Kadisoka untuk memancing ikan bawal.  Berawal dari ajakan inilah, olahraga menangkap ikan menjadi kegiatan atau hobi barunnya. Pada mulanya, senang dan heran ketika melihat berbagai jenis ikan serta saat menggunakan piranti pancing untuk bisa mendapatkan strike. Sensasi strike inilah yang memotivasinya untuk mempelajari berbagai teknik mancing.

Pertemuanya di kolam Balekambang dengan Kareem Ikhsan, menambah lebih dalam pengetahuan soal mancing, terutama saat menggunakan teknik casting. “Selain diajarkan bagaimana memainkan piranti mancing, saya juga diajarkan cara mengikat leader, ternyata ada proses yang harus kita pelajari dulu dan ini semakin menambah kecintaan saya terhadap mancing” ungkap Bayu. Untuk menambah pengetahuanya, saat ini ia juga tergabung dalam komunitas Ikatan Mancing Casting Sukoharjo sebagai salah satu anggota aktif termuda.

Tak hanya pertemuan dan pengetahuan saja yang didapat, namun spot di Balekambang juga menjadi tempat yang membawa keberuntungan. Bukan tanpa sebab, di usianya yang masih sekolah sudah berhasil meraih Juara 1 dan 3 untuk kategori ikan bawal terberat. Hal inilah yang mengubah persepsi sebagian pemancing dan juga decak kagum peserta lain. Dukungan yang selama ini diberikan kedua orangtuanya ternyata berdampak positif.

Selain pernah mendapat juara, bayu juga pernah merasakan pengalaman menarik saat di kolam balekambang. Saat menunggu jam bimbingan belajar, ia sempatkan untuk memancing. Setelah sekian lama memainkan piranti mancing dan berkali-kali putus senar yang digunakan, ahkirnya seekor Red tail catfish terpancing. Tarikan yang begitu kuat, membuat strike kali ini tidak mudah. Dengan sikap sedikit terburu-buru, karena waktu sudah menunjukan keberangkatan les belajar, ahkirnya Bayu pun rela berjalan menusuri kolam. Setelah 15 menit berjalan, Red Tail Catfish 15 kg pun berhasil landed.

 Tak hanya di spot freshwater, bahkan di spot ekstrim seperti Wediombo pun pernah dijelajahinya, namun sayang box lure ketinggalan di dalam mobil dan mancing hanya tinggal kenangan. Namun berbanding terbalik sewaktu mancing di laut. Menggunakan teknik trolling untuk pertama kalinya, berhasil mendapatkan ikan Alu-Alu. “Tarikannya begitu cepat hanya 3 menit, dan sensasinya luar biasa pake teknik trolling” ungkap Bayu.

Banyak menghabiskan waktu mancing, lantas tidak meninggalkan tanggung jawabnya sebagai seorang pelajar. Ini terbukti dengan kelulusan dari Siswa Menengah Pertama (SMP). Saat di tanya oleh redaksi, apa kegiataanya saat ini? bayu pun sedang asik mancing di Yogyakarta sembari mengisi liburan dan menunggu sekolah barunya ke jenjang SMA. Di ahkir obrolan, bayu berharap bisa terus belajar mengenai berbagai teknik mancing serta bisa menjelajah ke daerah lainnya. (bima kepada red.mm)

Related Post

Your comment is awaiting moderation.