Ibink Pemancing Freshwater

Om Ibink dengan ikan tangkapannya

MANCINGMANIACOM - Bener gak sih hobi mancing sudah melanda di Indonesia sejak dulu? Jika kita menusuri sejarah nenek kita seorang pelaut, mungkin rasanya dapat di pastikan benar adanya,terlebih sebagai julukan Negara Maritim. Luasanya lahan perairan Indonesia, tentunnya memudahkan para mania menemukan spot untuk memancing. Nah, hal inilah yang dialami oleh seorang pemancing asal Kalimantan, yang akan bercerita seputar hobinya kepada redaksi.

Sewaktu kecil, Billy Ponti Yonarta atau yang biasa di sapa dengan sebutan Ibink, kerap menghabiskan waktunya sepulang sekolah dengan mandi di sungai Kapuas. Kegemaranya akan hal itu, membuat dirinya sering memancing udang galah hingga beranjak dewasa. Ditemani ayah dan masih menggunakan alat sederhana, Ibink mulai mahir saat memancing ikan-ikan kecil. Lambat laun seiring berjalanya waktu, mulai mencoba teknik baru.

Menurut penuturannya, “Ketika mulai remaja, saya diracuni oleh Hadi Mulyanto yang merupakan patner semenjak SMP. Masih teringat betul, saya diajarkan menggunakan teknik casting,  yang katanya sensasi lebih “maknyus”. Ini merupakan pengalaman pertama saya. Saat strike dengan lure soft frogy rasanya luar biasa kaget, biasanya mancing dasaran tapi casting cukup memberikan pengetahuan baru” ungkap Ibink saat berhasil dihubungi oleh redaksi.

Ibink menambahkan,“Kita tidak akan pernah mengetahui jenis dan seberapa besar ikan yang kita dapatkan. Hal menariknya saat  berhasil strike dan fight, ada perasaan senang, kaget, belum lagi jika sudah beberapa kali mocel dan boncos” kata ibink.

Mengenai pilihan lokasi mancing, ayah dua anak ini beralasan di spot freshwater adalah pilihannya. Ketertarikannya akan alam yang bebas atau outdoor, bukan hanya saja dimulai sejak kecil, namun ketika masuk fakultas kehutanan di perguruan tinggi Tanjungpura. Salah satu spot yang sering jadi buruannya yaitu di muara. Biasanya sering dijumpai Blackbass  di area tumpukan daun Nipah dalam dasar sungai dan patahan pohon atau ranting.

Di sela-sela obrolan dengan tim mancingmania.com, Om Ibink pun dengan rendah hati mau membagikan tips untuk bisa melandedkan si penguasa sungai. Pertama, pahami pasang surut air  blackbass/ikan muara yang cenderung aktif pada saat air mulai mau pasang dan air mulai mau surut. Biasanya mereka suka bersemayam di ranting/patahan pohon, akar-akar  pohon. Jika ada, bisa meminta bantuan temen/guide yang mengetahui kedalaman sungai agar bisa menentukan lure yang efektif saat menggoda Blackbass.

Mengawali mancing di spot freshwater, tentunya memilki kesan dan pengalaman tersendiri. “Sewaktu asik bercanda dengan teman, tiba-tiba lure disambut BB, posisi saya pun sempat kaget dan tergesa-gesa saat memanikan reel. Saya pun ingin terjatuh ke air sungai. Beruntung, masih kuat meladeni ikan dan berhasil strike.

Pengalaman menariknya saat trip pertama dilaut. Ketika itu, kapal sempat dihantam gelombang tinggi, saya pun sampai muntah-mentah karena mabuk laut. Namun melihat beberapa angler lain memancing, rasa mual itu hilang. Saya langsung mencerburkan piranti dan berhasil sedikit mencoba teknik bottom dengan mengkadaskan kakap merah” begitulah cerita om Ibink kepada redaksi.

Di akhir wawancara, om Ibink yang bekerja di salah satu perusahaan tambang dan sebagai sorang pemancing, juga tidak lupa menyempatkan waktu bersama keluarga. Walaupun pernah mendapat penolakan dari sang istri tercinta karena sering membeli peralatan mancing, tapi kegiatan mancingnya pun tak pernah ditinggalkan. Bahkan pada beberapa waktu lalu, sang putri kecilnya diajak untuk memancing. (bima kepada red.mm)

Related Post

Your comment is awaiting moderation.