Sosok Agung Andhianto Sang Survival Angler dari Kota Brebes

Agung Andhianto dengan ikan tangkapannya.

MANCINGMANIACOM – Salam Strike para mania. Berkunjung ke kota Brebes Jawa Tengah, kali ini kontributor MM berhasil mewawancarai seorang Angler kawakan asal kota yang terkenal dengan hasil bawang dan telur asinnya bernama Agung Andhianto. Pria berperawakan tegap dan berjenggot tipis ini merupakan angler yang dikenal  dengan nama panggilan Kakang Prabu khususnya di dunia mancing kota Tegal dan Brebes.

Terlahir di kota Brebes Jawa Tengah 27 desember 1982, Kakang Prabu sudah mencintai kegiatan memancing sejak berusia 5 tahun di kota kelahirannya Brebes. Ikan pertama yang dipancingnya adalah spesies ikan Betok yang pada kala itu hingga sekarang cukup ramai dan gampang ditemukan. Kakang Prabu kecil selalu menghabiskan hari-harinya memancing bersama teman-teman masa kecilnya dan membawa pulang hasil tangkapan ke rumah untuk selanjutnya dimasak dan dimakan bersama-sama merupakan suatu kebahagian bagi Kakang Prabu dimasa kecilnya.

Menginjak usia remaja, ketertarikan Kakang Prabu akan memancing semakin menggila. Ia pun mulai bergabung dengan beberapa komunitas mancing baik di kota Tegal dan Brebes untuk menimba ilmu tentang seputar dunia mancing lebih dalam. Hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk belajar tekhnik casting dengan menggunakan artificial lure(umpan buatan).

Hampir semua tekhnik memancing digemari oleh pria yang sudah berkeluarga dan dikaruniai 2 orang putra ini. Namun menurutnya teknik casting memiliki tempat khusus dihatinya. “Seni memancing casting tentunya menghadirkan sensasi tersendiri dimana kita bisa dengan sukses menaklukkan perlawanan ikan dengan cara menipunya menggunakan artificial lure”. Ungkap Kakang Prabu kepada kontributor MM.

Low profile dan supel dalam bergaul membuat Kakang Prabu dipercaya sebuah komunitas mancing di kota Tegal dan Brebes untuk menduduki jabatan sebagai Humas. Selain 2 karakter diatas, di kalangan pemancing Tegal dan Brebes Kakang Prabu dinilai sebagai tipikal pemancing yang suka tantangan dan petualangan. Segala hal berbau wild fishing dengan target ikan baik saltwater dan freshwater pernah ia lakoni di beberapa daerah sehingga iapun dijuluki “Survival Angler” oleh rekan-rekannya sesama pemancing.

Terbukti ia pernah menorehkan catatan perolehan berbagai jenis ikan seperti Gabus, Payus, Mangroove Jack, Mahseer dan banyak spesies lainnya yang tidak bisa ia ingat satu persatu. Namun, perolehan ikan Jenaha seberat 5,7 kg di spot Surodadi 19 maret 2017 kemarin dianggapnya sebagai “best strike” yang pernah ia rasakan dalam karir memancingnya. Ke depannya, Kakang Prabu masih menargetkan ikan Hampala dan Toman untuk menambah rekor jam terbang mancingnya.

Di akhir wawancara, Kakang Prabu memberikan sedikit saran dan nasehat kepada paramania diantaranya :

1. Prioritaskan pekerjaan dan keluarga dibanding hobi mancing.
2. Jalin silaturahmi dan menjaga sikap kepada sesama pemancing.
3. Jadikanlah rasa penasaran sebagai motivasi.
4. Buang jauh rasa minder karena tidak memakai tackle yang mahal seperti pemancing-pemancing lainnya karena semua tackle sama dimata ikan.
5. Jangan pernah membandingkan hasil tangkapan hasil tangkapan dengan pemancing lain, tapi bangga dan bersyukurlah dengan hasil kita sendiri.

Nah paramania, bagi paramania yang ingin berkenalan dengan Kakang Prabu baik sekedar ngobrol seputar mancing dan pengalamnnya bisa menghubungi beliau di nomor HP 0857-4206-4427 (call/WA/SMS) atau bisa klik lansung link facebooknya.

Related Post

Your comment is awaiting moderation.