Sensasi Umpan Rebon di Pulau Tunda

Hasil tangkapan di Pulau Tunda

MANCINGMANIACOM - Tau mau kalah dengan daerah lainya yang memiliki objek wisata, di Provinsi Banten juga memiliki salah satu wisata bahari yang patut para mania kunjungi. Nah kali satu mania mancing asal Jakarta akan menceritakan kisah trip mancingnya di Pulau Tunda. Ingin tahu seperti apa keseruannya? Yuk ikuti obrolannya bersama redaksi.

Berawal dari obrolan sehabis mancing mancing bareng di atas perahu dan berkeinginan sama untuk membuat rumpon sendiri, om  Herry Setia Dharma, Hendrik Hattadi, Harri, Komar, Muhammad resa ali,  H. Usep dan Iman Budiman ahkirnya membentuk SMIT (Sahabat Mancing Indonesia Tim). Komunitas yang sudah berdiri selama 1 tahun ini hanya dihuni oleh 8 anggota yang berasal dari wilayah Jabodetabek.

Memilih Pulau Tunda sebagai destinasi trip kali ini, om Henry beralasan “lokasi ini sudah tidak asing lagi bagi teman-teman, terlebih jaraknya yang cukup mudah untuk diakses serta masih terlihat potensial. Waktunya yang kita gunakan juga berhubung sedang libur dan untuk menghilang ras penat selama menjalani pekerjaan, jadi tidak ada persiapan khusus” begitulah singkat cerita mengawali bincang-bincang dengan tim redaksi.

Diuntungkan cuaca yang cukup cerah, dan waktu masih mununjukan siang hari. Berangkatlah tim menuju pelabuhan karang antu. Sesampainya di dermaga, bertemu dengan salah satu kapten kapal yaitu kapten yopi yang akan membantu om Henry cs dalam membuat rumpon. Sembari menunggu kesepakatan dan membahas pembuatan rumpon, anggota lain pun mulai menyiapkan piranti pancing serta beberapa logistic.

Sepanjang perjalanan menuju pulau tunda dengan waktu tempo sekitar 3 jam, laut cukup bersahat ketika menyambut tim SMIT. Memakan jarak tempuh yang cukup lama, membuat rasa bosan dan penat menghiasi suasana kapal saat itu. Namun itu pun hanya sesaat, memulai dari obrolan kecil membuat ekspresi berubah dengan keceriaan. Inilah keasikan dari memancing, tak hanya saat bisa strike tapi juga bisa saling mempererat rasa pertemanan.

Setelah laju kapal mulai terhenti, sesegra teman-teman dari wilayah Jabodetabek ini mencelupkan beberapa umpan cumi, udang hidup, rebon dan kembung. Dengan teknik dasaran dan santainya, om Hery mulai menunggu sambaran penguasa laut Tunda. Tak berselang lama, tiba-tiba desingan reel 6000, tekukan joran dan leader 50 lbs membawanya untuk melawan. Ternyata strike pertama pun muncul, seekor kakap merah berhasil landed.

Tau mau kalah dengan yang lain, om Komar pun juga asik bermain dengan reel-nya, kembali seekor kakap merah naik ke atas kapal. Berbeda dengan om Harri, sempat membutuhkan waktu yang cukup lebih lama, seekor Barrakuda melengkapi strike ketiga kali ini. Melihat ketiga temannya berhasil, membuat rekan-rekan yang lain kembali melemparkan umpannya. Dewi fortuna ternyata sedang berpihak pada tim SMIT kali ini, 15 ekor berhasil didapatkan. Tak cukup puas di spot situ saja, kembali sang Kapten Yopi mengarahkan kapal ke lokasi berbeda.

Di lokasi ke-2, setelah menunggu beberapa jam, tak satupun ikan muncul. Intruksi untuk berpindah spot ahkinya berbuah manis. Ada sebanyak 4 kapal pemancing yang juga asik bersandar, disinilah ikan Kuwe sedang banyak makan. Menggunakan umpan rebon, om Henry CS berhasil menaikan 50 ekor Kuwe, GT dan Kakap Merah.

Di tempat terahkir, perjalanan tim ahkirnya terhenti di spot umpan rebon yang sebelumnya sudah ditanam selama 5-6 bulan lalu. Butuh waktu 1,5 perjalanan menuju kesini, umpan cumi ternyata disantap langsung oleh kakap merah ukuran sekitar 1 kg. Hampir semua penghuni kepal merasakan strike, puluhan kakap dan GT menghakiri trip kali ini. “Sebagai penutupnya, Om Hendrik memberikan hadiah berupa topi yang dibawanya dari Australia kepada rekannya yang berhasil strike dengan kategori ikan teberat” ungkap Henry diakir obrolan dengan redaksi. (bima kepada red.mm)

Related Post

Your comment is awaiting moderation.