Kebersamaan di Trip Mancing Mania Makassar

Mancing Makassar

MANCINGMANIACOM - Letak kota Makassar yang strategis dengan berada di persimpangan jalur lalu lintas arah selatan dan utara dalam propinsi di Sulawesi, membuat daerah ini menjadi potensi wisata. Tak hanya terkenal dengan Pantai Losari nya, tapi hampir semua perairan di Makassar selalu menjadi waktu yang tepat untuk mengisi liburan. Salah satunya wisata mancing.

Nah pada beberapa waktu lalu, salah satu komunitas Mancing Mania Makassar mengadakan trip ke perairan Makkasar, lebih tepatnya di kawasan spot Taka Rewayata. Mendapatkan info laut  sedang bersahabat, segera beberapa para mania asal Makassar mulai menyiapkan segala piranti pancing.

Berangkat dari Pelabuhan Potere Makassar menuju titik spot membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam perjalanan. Menggunakan KM. Hiburan Laut yang dinahkodai sang kapten, akhirnya kapal pun mulai berangkat. Uniknya, selain membawa peralatan mancing dan logistik, komunitas ini pun membawa makanan ciri khas Kota Makassar yaitu Masakan Pallu Kacci yang langsung dimasak oleh Bambang Toejoe

Setelah menempuh waktu yang cukup lama selama di laut, ahkirnya waktu yang di tunggu pun tiba. Namun sayang, tiba-tiba cuaca berubah tidak kondusif , dan akhirnya memutuskan beralih ke spot Bangkahuluang. “Di sini ombak begitu tenang dan rasanya cukup nyaman untuk memancing” ungkap Om Inal saat menceritakan kisah trip-nya ke redaksi MM.

Nah setelah sampai di spot,  ahkirnya mulailah piranti pancing mulai di luncurkan. Didukung dengan cuaca yang teduh dan ombak yang tidak begitu galak, membuat mereka semakin semangat ketika mancing.

Menggunakan semua teknik jigging, tidak butuh lama bagi teman-teman untuk berhasil strike.  Strike pertama diraih oleh Bambang Toejoe. Belum sampai diangkat, strike kedua dirasakan  Andi mulyadi. Diwaktu yang bersamaan, mereka terus berusaha untuk menaklukan ikan Dogtooth dan tuna setelah memakan waktu kurang lebih 30 menit.

Tak mau kalah ketigannya, kawan-kawan angler Makassar ini pun juga ingin merasakannya. Namun saya belum beruntung. Tapi tidak dengan Aman surahman, dengan memaikan reel spinning Biomaster dan leader 40 lbs berhasil menaikan ikan Tuna dengan berat sekitar 20 kg. Rasa senang menyelimuti dalam kapal saat itu.

Malam yang semakin dingin diiringi dengan ombak yang sedikit demi sedikit kencang, tidak membuat tim patah arah. Dengan rasa sedikit lelah dan senang, mancing pun tetap dilanjutkan. Namun sayang ikan predator berkuran besar tidak didapatkan. Om Inal pun menuturkan “sudah biasa jika saat mancing tidak banyak mendapatkan ikan, yang terpenting semua happy dalam kebersamaan” begitulah penuturan di ahkir obrolan dengan redaksi MM. (bima kepada red.mm)

Related Post

Your comment is awaiting moderation.