Single Fighter di Spot Bangka Selatan

Bangka Selatan

MANCINGMANIACOM - Budaya menghias telor rebus dengan bermacam kreasi menjadi tradisi yang sangat dikenal di masyarakat Bangka Selatan.  Salah satu tradisi dan budaya penting masyarakat Bangka yaitu Ceng Beng, karena pada saat inilah seluruh anggota keluarga berkumpul bersama untuk mengenang dan menghormati leluhur, melakukan ziarah ke pemakaman dan bersembahyang untuk leluhur.

Tak hanya dikenal dengan budaya dan tradisinya, namun destinasi wisata yang ada menjadi keunggulan. Itulah yang memicu pemancing asal Pangkal Pinang yaitu Mayase Thomas Berlian, atau yang biasa disapa Om Mayase untuk menjajal laut Bangka Selatan.

Memulai perjalanan dari kota Pangkal Pinang pada pukul 20:00 dan sampai di Pelabuhan Sadai 22:30 melalui transportasi darat, membuat beliau kelelahan dan menyempatkan beristirahat di rumah kapten kapal. Setelah beristirahat, pada pukul 04.00 pagi, trip mancing pun dimulai.

Memakan waktu dua jam, ahkirnya tiba lah spot yang dituju. Uniknya kali ini, Om Mayase hanya mancing sendiri dan ditemani kapten kapal. “Saya ini seorang single fighter”, begitulah awal percakapan kepada redaksi MM, ketika ditanya alasannya mancing sendiri.

Dengan cuaca yang bersahabat, sesegera metal jig pun dilemparkan dengan teknik slow jigging. Sembari terus memegang erat piranti pancing, tiba-tiba hook up terjadi yang memaksanya untuk fight. Dengan slow, joran terus diayun untuk memaksa ikan menyerah. ­­­Setelah 30 menit “bertarung”, akhirnya ikan Kuwe dengan berat sekitar  7 kg berhasil terangkat.

Setelah merasakan sensasi strike pertama, Om Mayase kembali menurunkan jig-nya. Alhasil sekitar 13 ikan Kuwe didapatkan. Didukung dengan kondisi alam yang tenang, strike ikan Tenggiri  pun dirasakannnya, tapi saat sudah ingin diangkat, tiba-tiba ikan yang lebih buas yaitu hiu memakan setengah badannya dan hanya menyisakan kepala.

“Sakaw” akan ikan Tenggiri, Om Mayase kembali memainkan reel 2500 dan joran 6 lbs, sambaran ikan Tenggiri pun membuatnya kembali fight dan kali ini berhasil.  3 ekor ikan Tenggiri berhasil di bawa pulang.

Sebelum mengahkiri obrolan, beliau menceritakan pengalamannya selama  menggunakan teknik jigging. “Dalam teknik ini, kita harus pelan memainkan dan terus menggulung reel agar strike ikan bisa dirasakan. Hentakannya seperti sedang ngelamun, trus di kejutkan seorang cewek jadi sedikit kaget. Yang terpenting saat ada arus, berhati-hati dan pintar memilih spot yang nyaman” begitulah penuturan pria asal Bangka ini kepada redaksi MM. (bima kepada red.mm)

Related Post

Your comment is awaiting moderation.