Rasa Persaudaraan 2 Grup Mancing Makassar

Brotherhood Makassar Angler Community & Boeltap Fishing Club Indonesia

MANCINGMANIACOM - Tua, muda, wanita dan laki laki, berbaur di dalam jenis olahraga yang satu ini. Banyak yang bilang bahwa tempatnya orang-orang malas, ternyata anggapan ini jauh berbeda. Ketika sudah merasakan sensasi  dan banyak bertemu teman-teman yang sehobi rasanya kegiatan ini bisa membuat para mania ketagihan. Kira-kira kegiatan apa ya? para mania ada yang bisa menebak?

Ya, namanya mancing. Hobi yang erat kaitannya dengan kawasan freshwater dan saltwater ini semakin mulai disukai masyarakat, khususnya di Indonesia. Tak hanya sekedar memancing tapi terkadang bisa menjalin silaturahmi dan memperat rasa persaudaran. Hal inilah yang dilakukan 1 komunitas & 1 club mancing asal Makassar yaitu Brotherhood Makassar Angler Community & Boeltap Fishing Club Indonesia.

Memiliki hobi dan asal yang sama, membuat kedua grup mancing ini menjalankan trip mancing ke spot Takabakkang Makassar. Salah satu spot yang dikenal buas dan diisi beragam ikan predator. Ingin tahu keseruan trip kali ini? Yuk simak obrolannya bersama redaksi MM.

Kondisi pagi yang cerah dan suasana laut yang begitu tenang, menambah semangat tim untuk cepat-cepat berburu ikan Escolar dan GT. Berangkat dari Dermaga Pelabuhan Potere Makassar menuju titik spot membutuhkan waktu sekitar 6-7 jam. Menggunakan KM. Hiburan Laut yang dinahkodai oleh Kapten Siarah, kapal pun mulai berangkat. 

Uniknya, selain membawa peralatan mancing dan logistik, tim pun membawa makanan ciri khas Kota Makassar yaitu Masakan Ikan Pallumara. Selama perjalananan, canda dan tawa menghiasi suasana kapal saat itu. Ketika sang kapten mulai melambatkan laju kapalnya, tim segera mempersiapkan dan melempar umpan ke dalam laut.

Menggunakan teknik dasaran dan umpan ikan tongkol yang telah diiris, om Duta dan Tiro secara bersamaa berhasil strike ikan Tawe dengan berat sekitar 4 kg. Hanya berselang 10 menit, strike kembali dirasakan oleh Bang Yuskar dan Bang Jimmy, yang kali ini menaikan ikan Tawe serta ikan Kuwe Mata Belo.

Saat yang lain merasakan sentakan ikan Tawe, justru kali ini reel Om Jimmy bergoyang, tarikan senar pun semakin menjauh. Tak mau terus ditarik, segera memberikan perlawanan. Sekitar 15 menit, seekor ikan Ruby Snapper berhasil dibawa ke atas kapal. Ternyata nasib beruntung juga dialami oleh Om Tirto, beliau kembali menaikan ikan Ruby Snapper dengan berat sekitar 10 kg.

Karena masih belum puas menaikan predator dan berhubung cuaca sedang bagus, tim pun melanjutkan hingga larut malam. Walaupun ada sebagian anggota yang beristirahat dan mengisi perut, para mania yang masih belum puas tetap melanjutkan mancing. Berbeda di siang hari, kali ini teknik jigging pun digunakan untuk bisa menaklukan sang predator.

Menggunakan jig 80 gram dan reel spinning kelas 4000, Om Imran Samudra berhasil mengusik seekor Escolar. Tentunya manggunakan teknik jigging, tidak begitu mudah, perlawanan pun terus diberikan. Dengan semangat yang berapi-api, beliau terus memainkan reel-nya. Perjuangan pun ahkirnya berahkir, Om Imran berhasil menaikan Escolar dengan berat sekitar 20 kg. Keberhasilan ini juga membuat teman-teman yang lain mencelupkan kembali piranti pancingnya.

Saat yang lain berhasil strike ikan Tuna, strike Escolar seberat 15 kg kembali diraih oleh Om Imran yang ahkirnya menyudahi trip kali ini. “Kebersamaan dan panen strike hampir dirasakan semua teman-teman, terima kasih untuk tim” begitulah penuturan terahkir disaat wawancara dengan om Imran Samudra. (bima kepada red.mm)

Related Post

Your comment is awaiting moderation.