Tips Persahabatan Duo Gabuser asal Pasuruan Jawa Timur Tan Po Liang dan Jin Denmas Hadi

Tan Po Liang dan Jin Denmas

MANCINGMANIACOM - “Persahabatan bagai kepompong, merubah ulat menjadi kupu-kupu”, sebuah lirik lagu yang menggambarkan kisah persahabatan duo Gabuser asal Pasuruan Tan Po Liang dan Jin Denmas Hadi. Tan Po Liang yang memiliki nama asli Tunggul Prakoso dan Jin Denmas yang memiliki nama asli Yulianto Hadi merupakan dua castinger spesialis ikan gabus yang sudah 3 tahun menjalin persahabatan.

Karakter kocak, gokil dan terkadang nyeleneh membuat mereka saling cocok satu sama lain terlebih di dalam hobi yang sama yaitu mancing. Kisah persahabatan mereka terutama dalam dunia mancing hampir setiap saat diunggah ke situs jejaring sosial facebook. Tema kocak dan sifat polos kedua sahabat ini menjadi ciri khas yang tidak bisa dilepaskan dalam setiap postingan mereka.

Berawal di tahun 2014 dalam sebuah lomba mancing ikan bandeng di Pasuruan, Tan Po Liang dan Jin Denmas pertama kali bertemu. Awal pertemuan di lomba mancing tersebut menjadi titik awal kisah persahabatan mereka sampai sekarang ini.

Banyak hal-hal seputar memancing yang mereka diskusikan berdua meski terkadang terdapat perbedaan sudut pandang, namun menurut Tan Po Liang hal itulah yang membuat persahabatan mereka semakin solid.”Pemikiran kalau sejalan terus itu gak asyik, monoton. Tidak bisa melahirkan inovasi” terang Tan Po Liang menggambarkan sedikit banyak gaya persahabatan mereka.

Sementara menurut Jin Denmas, mereka justru sering berdebat terutama dalam pengembangan hobi mancing. Intinya lebih saling menghargai dan harus bisa menerima kritik dan saran selama itu logis dan masuk akal. “Simplenya sih tetap mengedepankan buang ego, karena tidak selamanya banyak orang itu klop dan memiliki pemikiran yang sama” ujar Jin Denmas.

Bagi Tan Po Liang perlombaan mancing ikan Bandeng di sekitar tabun 2015 lalu adalah pengalaman mereka berdua yang mungkin tidak akan terlupakan, dimana ketika menduduki lapak yang bersebelahan Tan Po Liang “dihajar” habis-habisan oleh Jin Denmas dalam hal perolehan ikan master.

Skor 5-1 untuk kemenangan Jin Denmas atas perolehan ikan masternya dan salah satu ikan master perolehan Jin Denmas dinobatkan sebagai Juara 1 oleh panitia. Kemenangan ini tentunya menjadi suatu ”amunisi“ bagi Jin Denmas untuk membully  Tan Po Liang meski hanya bercanda namun tidak pernah ada yang tersakiti.

“Kemenangan itu tidak lepas dari bantuan Om Tan mengarahkan ikan dan membantu mengangkatnya, namun setelah landed tetap saja saya bully dia karena belum kunjung strike” terang Jin Denmas sambil tertawa lepas. Menurut Jin Denmas, pengalaman yang tak terlupakan selama mereka bersahabat adalah ketika pertama kali diajari Tan Po Liang casting menggunakan reel Baitcasting dan juga pertama kali diajari cara memainkan jump frog buatan Tan Po Liang.

Inti persahabatan tentunya bisa saling menerima kekurangan bahkan kelebihan masing-masing. Ketika kontributor MM bertanya apa kelebihan/potensi dari masing-masing, Tan Po Liang dengan nada tulus bahwa kelebihan dari Jin Denmas tidak lain adalah kebesaran hatinya dalam menerima setiap perbedaan dan selanjutnya dibahas untuk melahirkan sebuah solusi.

Di lain pihak, sambil tertawa Jin Denmas memaparkan kalau tidak ada yang menarik dari diri Tan Po Liang, “Tidak ada yang menarik dari Tan Po Liang om, wong dia orangnya jelek juga item, becanda om. Tan Po Liang banyak mengajarkan saya cara merawat piranti mancing dan masih banyak lagi“ canda Jin Denmas.

Di akhir wawancara duo gabuser kocak asal Pasuruan ini memberikan tips agar persahabatan para angler bisa awet dan langgeng, diantaranya jangan pernah melihat apapun dari apa yang kita miliki, saling mensupport dan saling melengkapi, peduli dan saling terbuka, selalu menyamakan visi dan misi bahkan selalu ambil langkah termudah apapun yang akan kita kerjakan.

“Meskipun kita konyol, gokil habis dan suka membully parah, kita tau itu sekedar joke untuk mempererat silaturahmi kita. Kita saling menghargai, saling mau dikritik dan juga bisa membedakan kapan waktu kita serius atau sedang bercanda” tutur Tan Po Liang mengakhiri sesi wawancara. (joni kepada red.mm)

Related Post

Your comment is awaiting moderation.