Kopdar #4 Indonesia Soft Plastic and Ultra Light Luring, Gili Labak Madura (day 1)

Pulau Gili Labak

MANCINGMANIACOM - Indonesia Soft Plastic and Ultra Light Luring atau yang lebih dikenal dengan nama ISPULL kembali menggelar  KopDar (Kopi Darat) ke 4 mereka di Pulau Gili Labak Madura Jawa Timur. Event KopDar yang terbilang rutin dilaksanakan ISPULL ini merupakan agenda yang kerap digelar oleh para admin untuk mempererat tali persaudaraan antar anggota di seluruh Indonesia.

Tercatat lebih dari 60 angler dari berbagai kota antara lain Jakarta, semarang, Malang, Kediri, Jogjakarta, Cilacap, Purwokerto, Solo, Salatiga, Ponorogo bahkan Surabaya sebagai tuan rumah cukup antusias hadir meramaikan event yang terbilang “wajib” untuk diikuti ini. Danny Armand selaku ketua panitia Kopdar ISPULL ke 4 kali merasa bangga bisa menggelar Kopdar dengan antusias peserta yang cukup banyak bahkan seat peserta “ludes” terjual.

Jumat 24 maret 2017, bertempat di rumah Danny Armand yang ditunjuk sebagai meeting point para angler dari seluruh kota untuk berkumpul tampak satu persatu rombongan mulai datang dan saling berjabat tangan satu sama lainnya sembari mencicipi kuliner khas Surabaya Nasi Empal yang sudah disiapkan oleh Danny Armand selaku tuan rumah. Tepat pukul 23.00 WIB bis dan moda transportasi ELF yang akan mengangkut rombongan sudah standby dan bersiap berangkat menuju Tanjung Saronggi.

Perjalanan selama lebih kurang 4 jam dari Kota Surabaya menuju Tanjung Saronggi Madura tentunya bukan perjalanan yang membosankan dikarenakan ISPULL yang terkenal akan para admin dan membernya yang kocak, jahil dan gokil selalu mengisi suasana perjalanan dengan candaan-candaan lucu yang tentunya membuat susasana di dalam bis dan ELF terasa hidup dan membuat para rombongan tidak merasa mengantuk sama sekali.

Tepat pukul 04.00 WIB pada hari Sabtu 25 maret 2017, rombongan pun akhirnya tiba di Tanjung Saronggi Sumenep - Madura. Di pagi buta yang cukup dingin, rombongan pun mulai menurunkan bawaan mereka masing-masing untuk selanjutnya diangkut ke dalam kapal yang dinahkodai oleh Kapten Maskur dari Kampong Imaji selaku tour leader rombongan kali ini.

Perjalanan menyebrang dengan menggunakan 3 kapal diberangkatkan pukul 05.00 WIB. Dibutuhkan waktu selama 2 jam untuk menyebrang dari Dermaga Tanjung Saronggi menuju Pulau Gili Labak Madura.

Sesampainya di Pulau Gili Labak tepat pada puku 07.00 WIB rombongan yang mulai menurunkan barang bawaan pun nampak sudah bersemangat. Hamparan pasir putih dan jernihnya air merupakan ciri khas dari Gili Labak yang selalu membuat para angler selalu rindu untuk kembali ke pulau ini. Tanpa membuang waktu Budi Wi dari Surabaya langsung ngoyor ke spot didepan basecamp rombongan ditemani oleh Roberto dari Kota Solo.

Nampak dari kejauhan Roberto strike Barracuda berukuran sedang diikuti oleh Budi Wi yang strike ikan Cendro. Para rombongan yang menonton dari basecamp pun terlihat tidak sabar ingin mengikuti jejak Budi dan Roberto sambil menikmati hangatnya tahu goreng yang disajikan oleh Bu Rini selaku tuan rumah basecamp.

Satu persatu para angler terlihat berjalan menyusuri pantai sambil melempar lure-lure andalan mereka. Bahkan ada yang menggunakan 2 kapal nelayan untuk mencoba peruntungan di spot Gili Kahuripan yang memakan waktu satu jam perjalanan dari pantai Gili Labak, bahkan Aryanto Purnomo dari Jogjakarta  sempat merasakan strike Talang-Talang berukuran medium di spot Gili Kahuripan.

Strike demi strike mulai mewarnai suasana memancing hari pertama KopDar ISPULL. Nampak wajah ceria dari para angler tatkala mereka kembali ke homebase sambil menceritakan kisah strike mereka ke sesama angler lainnya sambil menikmati nikmatnya makan siang nasi soto khas Jawa Timur yang dimasak sendiri oleh Danny Armand.

Senja pun tiba, nampak semua angler yang basah kuyup akibat ngoyor sudah kembali ke basecamp sambil bercerita pengalaman hari pertama mereka mancing di Pulau Gili Labak. Sambil menikmati kopi panas, para anglers terlihat saling bercerita dan mengakrabkan diri satu sama lainnya hingga akhirnya pada pukul 19.00 WIB makan malam dengan menu utama ikan bakar tersaji dan siap disantap beramai-ramai.

Malam mulai larut, banyak para angler yang beristirahat tidur di bale-bale bambu. Tidak sedikit juga dari mereka yang mencoba mancing cumi di malam hari menggunakan lure glow in the dark bahkan ada yang bercerita satu sama lainnya. Namun ketenangan malam mulai berubah manakala hujan deras disertai angin menerpa Pulau Gili Labak pada tengah malam harinya.

Hujan deras memaksa rombongan untuk berkumpul di basecamp tanpa bisa melakukan kegiatan apapun sampai keesokan paginya. Kondisi cuaca dan alam memang susah untuk diprediksi. Hujan deras di tengah malam sampai keesokan paginya menutup kisah hari pertama Kopdar ke 4 ISPULL di Pulau Gili Labak. (joni kepada red.mm)

Related Post

Your comment is awaiting moderation.