Song Won Kyu, Angler Korea Selatan yang Berdomisili di Purwokerto

Mr. Song dengan ikan GT

MANCINGMANIACOM - Bertubuh gempal berisi dengan rambut klimis merupakan ciri khas utama Song Won Kyu, angler asal Korea Selatan yang sudah 22 tahun menetap di Indonesia tepatnya di Kota Purwokerto, Jawa Tengah. Song Won Kyu yang juga akrab dipanggil Mr. Song oleh rekan-rekan angler Purwokerto dan sekitarnya. Pria yang sudah fasih berbahasa Indonesia dan Jawa Tengah ini merupakan pribadi yang cukup humoris. Setiap obrolan selalu dibarengi dengan candaan dan tawa yang membuat Mr. Song terlihat supel dalam pergaulan.

Lahir di kota Seoul, Korea Selatan pada tanggal 18 Mei 1972, Mr. Song kecil sudah memperlihatkan bakat dan minatnya di dunia memancing. Minat dan bakat yang diturunkan oleh ayahnya ternyata membuat Mr. Song semakin hari semakin giat dalam melakukan aktifitas mancing di Korea Selatan semasa kecilnya.  Masih teringat dalam pikiran Mr. Song jika ikan dari spesies Unagi, Lele dan Hampala adalah tiga dari beberapa ikan yang menjadi incaran favoritnya pada waktu itu. Dengan menggunakan umpan cacing, hampir setiap harinya Mr. Song kecil berhasil membawa pulang ikan hasil pancingannya kerumah untuk kemudian disantap bersama keluarga tercinta.

Beranjak dewasa di tahun 1995/1996 Mr. Song memutuskan untuk hijrah dan berwirausaha di Negara Indonesia. Merintis dari nol, Mr. Song berspekulasi berwirausaha di bidang pembuatan rambut palsu (wig). Perlahan tapi pasti, usaha pembuatan rambut palsunya kini berkembang dengan pangsa pasar ekspor ke benua Asia termasuk ke Korea Selatan.

Mr. Song yang sudah malang melintang mancing di banyak kota di Indonesia mengaku senang dengan kekayaan laut Indonesia. Kecintaannya pada saltwater fishing membuatnya seringkali melakukan trip memancing ke beberapa daerah antara lain Maumere, Pemalang, Batang, Cilacap, Pangandaran, Kebumen, dan Probolinggo untuk sekedar memuaskan hasrat memancingnya. Teknik mancing Popping dengan target ikan Giant Trevally atau GT merupakan favorit dari Mr. Song setiap kali melakukan trip.

Ketika kontributor MM bertanya apa perbedaan signifikan antara mancing di Indonesia dengan Korea Selatan, dengan serius Mr. Song menjawab jika mancing di Indonesia dan Korea Selatan itu hampir sama. Hanya saja di Korea Selatan para angler jarang mancing dengan teknik casting melainkan dengan teknik bottom fishing atau dasaran. Perbedaan lainnya antara lain juga menyangkut masalah kebersihan spot. “Terlalu banyak sampah di laut apalagi di dekat tempat wisata sampahnya terkadang masih banyak” terang Mr. Song kepada kontributor MM.

Kecintaan Mr. Song terhadap spesies ikan GT mencatatkan perolehan rekor sendiri bagi Mr. Song. Tercatat beberapa ikan GT berukuran monster pernah ia taklukkan. Ketika ditanya kenapa lebih menyukai teknik mancing popping dibanding yang lain, Mr. Song hanya menjawab jika popping itu memiliki seni mancing tersendiri bagi dirinya dimana kita harus rajin melempar popper sambil “deg-degan” manakala popper dimakan ikan GT diatas permukaan air.

Diakhir wawancara, Mr. Song berpesan dan memberi tips kepada para pemancing yang ingin belajar tekhnik popping, yaitu pemilihan tackle set yang balance menjadi kunci sukses agar ikan landed ke permukaan. “Yang namanya laut itu susah diprediksi untuk masalah size ikan, terkadang bisa dapat ikan dengan bobot 1 kg bahkan sampai 30 kg up. Saya sendiri juga masih sering mocel dan putus karena tackle set saya kurang balance”  ujar Mr. Song yang masih bercita-cita ingin mancing ikan Tuna suatu hari nanti. (joni kepada red.mm)

Related Post

Your comment is awaiting moderation.