4 Macam Teknik Mancing Slow Jigging

sumber gambar-internet

MANCINGMANIACOM - Slow jigging di klaim bisa para mania terapkan di berbagai kondisi laut, ikan target, dan tidak begitu melelahkan dibandingkan teknik jigging. Lalu, bagaimana cara memancingnya?

Menurut penuturan Mark (salah satu anggota Malaysian Game Fishing Anglers) saat ditemui di acara workshop slow jigging beberapa waktu lalu, dalam memulai teknik slow jigging para mania harus melupakan terlebih dahulu semua konsep memancing dengan teknik fast jigging. Karena cara memancingnya yang jauh berbeda dengan fast jigging.

Berbeda dengan fast jigging, dengan bantuan fish finder kita bisa menentukan area dan kedalaman mana yang terdapat banyak ikan dan kita hanya perlu memainkan jig kita diarea tersebut.

Setelah panjang lebar kita membahas piranti mancing dengan teknik slow jigging pada posting-an sebelumnya, sekarang kita bahas mengenai cara memainkan jig agar ikan tertarik. Pada dasarnya terdapat 4 teknik permainan yang bisa para mania terapkan, yaitu : slow pitch jerk, high pitch jerk, long fall, dan bottom bouncing.

1. Slow Pitch Jerk

Teknik slow pitch jerk bisa para mania terapkan dengan irama satu kali putar handle (pitch) dan satu kali sentak joran (jerk). Satu kali putaran handle bisa sebesar 1 kali putaran penuh, 1/2 putaran, ataupun 1/4 putaran. Semakin besar putarannya, maka aksi jig akan melebar lebih jauh. Gerakan menyerupai cumi bisa didapatkan dengan menerapkan teknik ini.

Dalam melakukan teknik ini, pastikan para mania berhenti sesaat pada akhir pitch agar jig bisa memutar dengan sendirinya atau jatuh bebas kebawah terlebih dahulu. Karena pada saat itu adalah saat-saat krusial ikan tertarik perhatiannya.

2. High Pitch Jerk

Tidak jauh berbeda dengan slow pitch jerk, teknik high pitch jerk hanya harus disertai dengan sentakan kuat. Temponya pun harus lambat, karena kita akan membiarkan jig menyelam lebih dalam. Jig yang panjang sangat baik digunakan untuk menghasilkan aksi meluncur horizontal yang bagus.

Teknik ini juga baik diterapkan pada saat aktifitas ikan meningkat, yaitu pada saat matahari terbit dan tenggelam. Selain itu, teknik ini bisa digunakan pada saat arus kuat dimana kita tidak bisa menerapkan slow pitch jerk.

3. Long Fall Jerk

Long fall jerk, yaitu teknik yang bisa kita gunakan pada saat ikan sedang tidak aktif. Mudah, sentak joran keatas kira-kira 90o setelah itu lakukan putaran handle sebanyak  1 – 2 kali putaran penuh untuk menggulung senar sebelum kembali menyentak joran. Namun perlu diingat, sentak joran dengan perlahan agar aksi jig tidak terlalu cepat naik keatas, bisa-bisa aksinya hanya berupa getaran.

4. Bottom Bouncing

Teknik terakhir, teknik bottom bouncing bisa para mania gunakan untuk sasaran ikan dasar. Caranya dengan menurunkan jig sampai kedasar laut, lalu kita mainkan jig di kedalaman 0 - 3 kaki dari dasar laut. Ketika jig mendarat di dasar laut, dalam keadaan reel terbuka, sentak sedikit 3 - 4 kali untuk mengetuk dasar laut dengan jig lalu sentakan joran keatas kira-kira 3 kaki dari dasar laut dan biarkan jatuh lagi.

Teknik ini efektif untuk memancing ikan-ikan karang dan sangat disarankan untuk melepas mata kail pada bagian bawah jig agar tidak tersangkut.

Pilih Fast Jigging atau Slow Jigging?

Kita bisa memilih mana teknik yang cocok untuk suatu kondisi tertentu.

Faktanya, Ikan paling sering menyambar ketika jig sedang meluncur horizontal dan pada saat jatuh perlahan ke bawah. Terlepas dari ke-4 teknik diatas, para mania juga boleh mengkombinasikan semua teknik agar si ikan tergoda dengan aksi jig yang dihasilkan. (red.mm)

Related Post

Your comment is awaiting moderation.