Menunggu Colongan Baratan, Langsung Berangkat Uncal

Om Hus, Rucah Mania

MANCINGMANIACOM - Baratan, satu kata yang mungkin membuat beberapa mania mancing bertanya-tanya. Istilah ini bagi para teman teman mancing mania di Semarang dan sekitarnya mungkin sudah tidak asing lagi berasal dari kata barat yang maksudnya adalah 'angin barat' yang mana saat ini memang sedang melanda di beberapa daerah spot laut di Pantura.

Baratan inilah yang membuat beberapa mania mancing dan juga nelayan enggan untuk nekat memancing dan mencari ikan dilaut. Angin kencang dari arah barat, yang mengakibatkan gelombang tinggi sangat tidak nyaman untuk memancing.

Akan tetapi ada saja cara para mania mancing dibeberapa daerah di Pantura ini mencari cara untuk tetap bisa memancing. Salah satunya adalah dengan selalu memantau informasi cuaca lewat beberapa web resmi dari BMKG, windfinder, dll. Juga melalui pengamatan langsung cuaca. Istilah yang sering digunakan adalah 'Colongan Baratan'.

Beberapa teman-teman mania mancing, berhasil mendapatkan Colongan Baratan ini, begitu dapat informasi dari beberapa tekong bahwa kemungkinan cuaca esok hari teduh, sesegera mungkin kami membuka web dari BMKG dan yang lainnya untuk melihat kecepatan angin, tinggi gelombang, arus, dll untuk memutuskan berani berangkat atau tidak.

Beberapa teman mungkin ada yang langsung berani berangkat tanpa membuka informasi resmi dari BMKG ini. Mreka hanya berdasar dari informasi tekong, dan langsung berangkat. Tetapi perhitungan yang matang dari tekong itulah yang diandalkan. Seperti yang dilakukan penulis, begitu dapat informasi laut teduh, check BMKG aman, kami langsung segera prepare untuk memancing.

Dengan spot di sekitar Semarang saja, kami berangkat menuju spot tepat setelah subuhan. Dengan membutuhkan waktu perjalanan sekitar 1 jam kami sampai di spot. Benar saja, cuaca sangat kondusif, angin cukup bersahabat, dan mulailah kami uncal. Dengan teknik casting kami lempar spoon yang sudah kami siapkan. Beberapa teman menggunakan teknik dasaran, dan benar juga spoon kami di "ngeek" (makan-red) oleh seekor ikan tengiri.

Setelah sedikit melakukan perjuangan akhirnya berhasil kami naikkan seekor tengiri berukuran sedang. Begitu juga tan teman yang menggunakan teknik dasaran, panen stroke membuat kami bahagia. Akan tetapi tidak berjalan lama, selepas jam 12 siang angin baratan mulai bertiup agak kencang sehingga kami putuskan untuk segera merapat ke darat. Demikian pengalaman dari kami, memanfaatkan momen 'Colongan Baratan' supaya tidak sakau dan tetap bisa mancing dengan aman. "Mancing tetap jalan, Safety First It's Must". (husni kepada red.mm)

Related Post

Your comment is awaiting moderation.