Mengenal Lebih Dekat Komunitas Indonesia Soft Plastic and Ultra Light Luring (ISPULL)

Indonesia Soft Plastic and Ultra Light Luring

MANCINGMANIACOM - Seperti kita ketahui dunia memancing di Indonesia semakin hari semakin saja berkembang. Atmosfer ini tentunya membuat para angler untuk semakin kreatif dalam memancing.

Setahun belakangan ini, dunia memancing Indonesia sempat dihebohkan dengan kehadiran sebuah komunitas memancing yang menamakan diri mereka dengan Indonesia Soft Plastic and Ultra Light Luring atau yang lebih tenar dengan singkatan ISPULL.

Bermula di tahun 2015 dengan nama awal grup SPL (Soft Plastic Lure), Budi Wi sebagai founder grup dan beberapa temannya menemui kesulitan untuk casting lure berjenis soft plastic yang berukuran mikro (kecil).

Seiring berjalannya waktu, akhirnya Budi dan teman-temannya berevolusi mengadopsi Ultra Light (UL) game juga untuk saling mendukung sesama angler hingga akhirnya grup ini berubah nama menjadi Indonesia Soft Plastic and Ultra Light Luring atau yang biasa disingkat ISPULL.

Tercatat sudah 4.500 angler yang menjadi member di grup yang selalu aktif mengulas seluk beluk memancing ultra light ini. Menurut Budi, ada beberapa poin-poin penting jika ingin memancing ultra light.

Memancing dengan cara ultra light, Idealnya :

a. Rod/Joran - Max 6 Lb, dengan panjang 6' minimal. 

b. Reel - Kelas 500 – 1000.

c. Line - Max 6 Lb, bisa mono atau braided/PE yg diameter kecil sekitar 0.08 mm agar bisa cast lure cukup jauh.

d. Leader - Sesuai kebutuhan.

Reminder : Lure kecil biasanya sensitif dengan besar leader. Bisa pakai 8-12 lb fluorocarbon leader agar action lure tidak kacau. Atau sampai 20 lb bila ikan rawan membuat putus leader seperti ikan barramundi.

e. Lure - Max 7.5 gr

Beberapa angler menanyakan rod-rod/joran lama apakah ada yang bisa dipakai UL. Mungkin juga bisa. Tapi kalo saya boleh saran agar bisa merasakan sensasi UL yg sesungguhnya, usahakan invest di rod UL yang modern. Seperti menanyakan apakah kita bisa jigging dengan rod popping ? Memang bisa tapi tidak efektif”. Ujar Budi

Rod UL mahal? Tidak juga. Teknologi produksi blank sudah maju sekali. Disamping material yang ringan dan kuat,para mania bisa merasakan apa yang dimaksud dengan rod casting yang didesain spesial untuk UL. Tapi rod UL sebaiknya pakai ring guide yang bagus kalau dana memungkinkan. Fuji paling tidak. Karena line/senar UL halus sekali.

Beberapa seperti rambut kepala orang. Kena gesekan ring guide kurang bagus gampang kalah/berbulu line nya. Kalau line putus “nyajen” lure terus malah lebih mahal biayanya.

Ada angler yg bilang "Wah susah Pak target barramundi atau tuna dengan line kelas segitu". Memang Ultra Light Angling didesain untuk menaikkan tantangan bagi angler dalam mengalahkan ikan.

“Karena itu ikan yang berhasil didaratkan dengan UL set up yang betul, tinggi nilainya bagi angler tersebut. Kalau mau mudah ya jangan pakai UL, “ujar Budi

Memancing dengan cara ini juga tidaklah mudah bagi pemula, Apalagi bila para mania baru saja belajar casting lure. Tingkat kegagalan dalam mendaratkan ikan lumayan tinggi dengan tehnik ini. Belum lagi resiko lure hilang, rod patah waktu salah handling ikan, dll.

Sejauh ini Grup ISPULL sudah 3 kali mengadakan trip mancing bareng yang semuanya dilaksanakan di Pulau Gili Labak, Madura Jawa Timur. Grup yang memiliki 5 orang admin yang diantaranya adalah Vino,  Fabo, Shio, Yohanes dan Budi sendiri selalu aktif berbagi tips seputar memancing UL dibalut dengan candaan agar tidak terbawa dalam suasana yang kaku antar member.                                   

Bagaimana para mania, tertarik dan penasaran dengan cara memancing Ultra Light? Silahkan bergabung di Grup Indonesia Soft Plastic and Ultra Light Luring. Salam Strike. (joni pamungkas kepada red.mm)

Related Post

Your comment is awaiting moderation.