Drag System Juga Menentukan Keberhasilan Mania Mancing

sumber gambar-internet

MANCINGMANIACOM - Reel pancing adalah piranti pancing yang umum digunakan para mania mancing. Reel merupakan piranti pancing yang sudah umum digunakan oleh para pemancing. Piranti ini selain berguna  untuk menggulung senar, juga memudahkan kita untuk melempar umpan lebih jauh, dan menariknya kembali dengan mudah. Reel pancing juga membantu kita saat terjadi fight dengan ikan besar dan di perairan dalam.

Ada 4 jenis reel pancing yang para mania bisa temukan di toko peralatan pancing, yaitu Reel Spinning, Reel Spincasting, Reel Baitcasting dan Reel Flyfishing.

Saat memilih reel, hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas Drag System reel tersebut. Drag adalah salah satu aspek yang paling penting pada reel. Drag ini yang akan bertanggung jawab untuk memberi tekanan kepada ikan yang terpancing dan yang akan membuat senar keluar dari spool selama fight terjadi.
(baca juga: Bedah Spinning Reel)

Jika drag tidak halus kualitasnya, jangan kaget akan kehilangan ikan buruan karena harus mengalami putus senar. Jadi pilihlah reel yang memiliki drag yang mulus dan membuat senar dapat tertarik keluar dari spool dengan mantap dan lancar walaupun drag diseting “ketat”. Setingan drag sangat penting diperhatikan jika tidak ingin mengalami reel menjadi jebol, senar putus hingga joran patah. Setingan drag baik, maka peralatan mancing mulai dari reel, joran dan senar dapat dikatakan “balanced tackle” dengan kata lain, pas dan seimbang.

Ada 2 jenis drag pada reel, pada posisi di depan (front drag spinning reel) dan di posisi bagian belakang reel (rear drag spinning reel).

Umumnya fitur untuk front drag lebih besar, dengan beberapa drag washer yang menambah daya tahan dan kinerja reel Anda dibanding dengan model yang rear drag (belakang). Tapi kelebihan rear drag, lebih mudah diakses untuk mengontrol drag (mengencangkan atau mengendorkan drag) pada saat terjadi strike dengan ikan. Namun jika para mania ingin berburu spesies ikan besar, rear drag tidak terlalu bagus untuk digunakan. Jadi kembali lagi ke kondisi target pemancing dan kenyamanan saat menggunakannya.

Sebagai pengendali reel, drag system dapat menghentikan perputaran spool (setingan drag penuh/maksimal). Saat diseting setengah dari ukuran maksimal drag, spool akan berputar “menjerit” ketika mania fight dengan ikan besar.

Pernah mengalami reel jebol atau joran patah dan senar putus? Padahal di reel tertulis memiliki maksimal drag 20kg, padahal ikan yang ditarik terlihat memiliki bobot kurang dari 20kg. Saat memilih piranti dan mengkombinasikannya, sangat penting diseimbangkan dulu reel, joran dan senar.

Ambillah patokan maksimal drag terkecil dari joran, reel dan senar yang kita akan gunakan. Perlu diketahui bahwa rata-rata maksimal drag dari joran lebih rendah dari reel (walaupun banyak merk yang menyatakan mampu menahan drag tinggi di atas 20kg). Ambillah 1/3 dari maksimal drag terendah dari reel, joran dan senar. Artinya ketika senar keluar lebih dari 1/2 spool, kondisi masih aman.

Saat kita mampu menahan drag maksimal pada ukuran10-15 kg, reel posisi drag maksimum di atas angka tersebut. Jangan menjadi heran melihat setingan 1/3 digunakan pada ikan yang berbobot 1kg, karena perlu diingat perlawanan ikan 1kg saat di air akan menjadi seperti memiliki bobot 3kg lebih. 

Pada saat popping sebaiknya gunakan drag tinggi di atas 10 kg, untuk mencegah ikan masuk ke dalam karang. Spot-spot popping biasanya merupakan karang atau batu mandi, baik di tengah laut maupun pinggiran pantai. (red.mm)

 

Related Post

  1. Name : Syamsoel Basri
    Email: syamsoelbasri@yahoo.co.id
    Date: 30 October 2016 21:34
    Mantab pencerahannya,..tksh.
Your comment is awaiting moderation.