|
Empang
|
|
Written by rambe
|
|
Monday, 23 August 2010 10:37 |
|
Saban Hari Didatangi Pecinta Bawal
 Telaga Sari kini berumur satu tahun. Sebagai pendatang baru di bisnis pemancingan bawal tak menyurutkan Muhammad Toriq (pemilik Telaga Sari) terus berbenah diri, baik dari kualitas SDM maupun manajemen bisnis.
Pelayanan maksimal kepada para pecinta bawal terus ia lakukan dengan menerima masukan dan kritik dari pemancing. Tak terasa sudah setahun berjalan Telaga Sari kini kian dikenal di mata para mania bawal di kawasan Jakarta Timur, Pondok Gede, Cibubur dan lainnya.
Sebagai bukti nyata terhadap pelanggan-pelanggannya yang kerap bermain di Telaga Sari, Juli lalu Toriq pun menggelar hajatan lomba mancing dalam rangka HUT pertama dengan taburan doorprize dan uang tunai bagi pemenang.
Toriq yang ditemui Mancing Mania (MM) mengatakan, walaupun usianya masih muda, hampir setiap malam pecinta bawal datang ke Telaga Sari untuk mancing. Kolam yang dihuni 5 ton bawal ini diisi dengan berbagai ukuran dari 1,5 kg-5 kg, sedangkan luas kolam kurang lebih 900 meter dengan jarak lapak 1,5 meter dan jarak lempar 3 meter dengan jumlah lapak 32.
Toriq menjelaskan kembali, untuk jadwal lomba galatama di Telaga Sari, dimulai dari Senin s/d Kamis 3 sesi (1 sesi 2 jam) dari jam 7 s/d 1 malam dengan tiket Rp 35 ribu. Untuk Jumat, Sabtu dan Minggu main 3 sesi, satu sesinya 3 jam dengan tiket Rp 60 ribu Jumat dan Sabtu dan Minggu tiket Rp 70 ribu.
Di lahan 3600 meter ini Toriq juga membangun kolam executive 10 lapak dengan ukuran 9x20 meter. “Tapi sayang kolam executive tak lama bertahan. Rencananya saya akan buka kembali kolam ini untuk galatama patin. Selain itu Telaga Sari juga menyediakan loker untuk pemancing yang ingin menyimpan keperluan pancingnya dengan harga sewa Rp 15 ribu per bulan,” tutur Toriq sembari promosi.~rambe
Pemancingan Galatama Bawal Telaga Sari Jalan Pinang Ranti Rt 11/02, Pinang Ranti, Jakarta Timur Telp : 0815-8859393 (Moh. Toriq)
|
|
|
Empang
|
|
Written by akto widianto
|
|
Wednesday, 04 August 2010 14:45 |
|
Persaingan Juara & Total Presetasi
International Fishing Tackle (IFT) mengadakan kembali lomba galatama patin atau yang lebih dikenal dengan nama IFT Catfish. IFT Catfish sendiri telah masuk dalam agenda rutin yang digelar setahun 3 kali plus final, kali ini IFT Catfish telah masuk pada tahap II. Sabtu (20/6) Mancing Mania (MM) berkesempatan untuk mengikuti jalannya lomba mancing galatama patin yang diadakan oleh IFT Mamber. Pagelaran lomba IFT Catfish tahap II diadakan di kolam Pemancingan Tambok Lobu, Ciputat, Serua, Tangerang Selatan. Lomba IFT Catfish sendiri dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 14.00-16.00 wib dan sesi II berlangsung pukul 16.00-18.00 wib. Sedangkan jadwal lomba dimulai pukul 14.00 hingga 19.00 wib.
 Menurut Purnomo, selaku pihak IFT, mengatakan bahwa sekitar 20-30 % peserta merupakan peserta atau mamber IFT baru yang mengikuti lomba IFT Catfish pada tahap II ini dan selebihnya merupakan peserta lama. Dari penambahan muka-muka baru yang mengikuti IFT Catfish tahap II terdapat dua peserta mania wanita yang dengan lihay menunjukan keahliannya dalam menaklukan ikan buruan. Bukan rahasia lagi jika tarikan ikan patin sangatlah dasyat sehingga membutuhkan tenaga eksta untuk bisa menaklukannya. Kedua mania wanita tersebut memakai nama kolam cablak dan Nina Rici. Cablak berhasil mengalahkan ikan buruan sebanyak 28 ekor dan Nina Rici sebanyak 25 ekor. “Ini merupakan kali pertama dalam lomba IFT Catfish terdapat dua mania wanitia,” ujar Purnomo kepada MM. Hal yang menarik lainnya selain kedua mania wanita tersebut adalah persaingan total prestasi yang diperebutkan oleh 4 lapak yang ada yaitu, lapak 5, 10, 37, dan lapak 8. Keempat peserta tersebuit bersaing ketat dengan perolehan masing-masing 50 ekor ikan dan hingga waktu berakhir lapak 5 berhasil mengungguli pesaingnya dengan perolehan 69 ekor, hanya menang satu ekor dari Induk Semang lapak 10. Persaingan Total prestasi menjadi menarik karena hadiah yang diberikan IFT dinaikan menjadi Rp 1 juta dari Rp 750 ribu. Hal ini dimaksudkan untuk mengapresiasikan pemancing yang sudah susah payah menaklukan banyak ikan patin dan banyak tenaga ekstra yang dikeluarkan, oleh karena itu nominal juara ditambah. Penimbangan induk pertama kali di sesi I dibukukan lapak 15, Odem, dengan bobot ikan 5.90 kg. Pukul 14.45, lapak 41, DS, berhasil memperoleh patin 7.46 kg dan berhasil masuk klasemen sementara mengungguli lapak lainnya. Menjelang 10 menit waktu sesi I berakhir, lapak 30, Buaya berhasil manaiki patin dengan bobot 8 kg hingga akhirnya memenangi juara sesi I. Di waktu sesi II berlangsung, lapak 22, Okuma Style menggebrak dengan patin 5.50 kg yang terangkat pukul 16.10 wib. Selanjutnya lapak 8 memperolehan induk 8.54 kg dan berhasil unggul sementara. Lagi-lagi dimenit akhir sesi II terjadi kejutan dengan berhasilnya lapak 38 yang menaiki patin 9.38 kg dan berhasil meraih juara sesi II. Hingga waktu selesai tidak ada lagi ikan induk yang melebihi 9.38 kg dan Ujang wahyudi dinyatakan sebagai juara pertama induk terberat. Sebagai pendukung Lomba IFT Catfish tahap II ini, IFT merangkul Aneka Raya Pancing dan Dunia Pancing sebagai pihak sponsor. ndi
Daftar Juara IFT Catfish Tahap II Juara Hadiah Nama Berat Lapak Induk Terberat 1 Rp 6 Juta Ujang Wahyudi 9.38 kg 38 Induk Terberat 2 Rp 3 Juta Joran Sakti 8.54 kg 08 Induk Terberat 3 Rp 1.5 Juta Tirta 8.44 kg 21 Induk Terberat 4 Rp 1 Juta Buaya 8 kg 30 Total Prestasi Rp 1 Juta Ken-ken I 69 Ekor 05 Juara Sesi I Hadiah Nama Berat Lapak Induk Terberat Rp 500 Ribu Buaya 8 kg 30 Jam 14.00-16.00 Rp 250 Ribu Grandong Juara Sesi II Hadiah Nama Berat Lapak Induk Terberat Rp 500 Ribu Ujang Wahyudi 9.38 kg 38 Jam 16.00-18.00 Rp 250 Ribu
|
|
Empang
|
|
Written by jajat sudrajat
|
|
Wednesday, 04 August 2010 11:47 |
|
Lomba dengan Banjir Doorprize
Lomba banjir doorprize digelar di pemancingan 31 Peninggaran Kebayoran Lama Jakarta Selatan Minggu (18/7). Lomba dalam rangka HUT ke 2 tersebut berlangsung cukup meriah. Pasalnya, kali ini pemilik kolam memberikan beragam doorprize dan kaos kepada seluruh peserta yang menempati lapak sebanyak 30 lapak.
Sejak lomba dimulai pengelola kolam Ivan langsung membagi-bagikan doorprize kepada seluruh peserta. “Nomor lapak saya undi,” kata Ivan. Doorprize yang disediakan pemilik kolam berupa 4 buah ril, 4 buah joran, 2 tegeg, 4 payung merpati, 4 buah tas joran, 3 handphone. “Doorprize semuanya dari pemilik kolam,” tambah Ivan.
Sedangkan tiket lomba sebesar Rp 250 ribu dengan ikan sebanyak 1,5 kwintal ikan rame dan 50 kg ikan super. Ikan pita sebesar Rp 10 ribu per ekor. Hadiah yang diberikan juga lumayan besar. Hadiah uang tunai sebesar Rp 1 juta untuk juara pertama, Rp 800 ribu untuk juara kedua, Rp 650 ribu untuk juara ketiga, Rp 450 ribu untuk juara keempat, dan Rp 250 ribu untuk juara kelima.
Lomba banjir doorprize yang diadakan pemilik kolam itu memang digelar untuk pemancing yang biasa mancing disana. Selama dua tahun berdiri kolam pemancingan 31 sudah banyak digemari pecinta mancing dari wilayah Kebayoran Lama dan sekitarnya. Setiap hari kolam dibuka untuk mancing semi galatama.

Menurut Ivan, selain dipakai semi galatama, kola mini juga dipakai untuk lomba pelampung yang diadakan tiap Rabu. “Tiketnya Rp 75 ribu,” jelas Ivan. Ivan menambahkan, selain itu pemancingan 31 juga rutin mengadakan lomba mingguan dengan tiket bervariasi. “Awal bulan tiketnya Rp 150 ribu dan minggu kedua dan seterusnya tiket Rp 120 ribu,” katanya.
Selama dua tahun berdiri kolam pemancingan 31 tetap eksis dengan pelayanan yang cukup memuaskan. DIbuka setiap hari mulai pukul 14.00 sampai malam hari, pengelola kolam terus berupaya meningkatkan pelayanan memuaskan kepada seluruh pelanggannya. jajat
|
|
Empang
|
|
Written by rambe
|
|
Wednesday, 14 July 2010 14:51 |
|
Ramai Disambangi Sejak Launching
Matraman, Utan Kayu dan sekitarnya dikenal banyak menyimpan mania lele. Hal itulah langsung ditanggapi serius oleh Rahmat Subekti untuk membuka pemancingan lele. Rahmat selaku pemilik Jaya Tirta tidak sendiri dalam memodali, bersama rekannya Iwan Sulistio mereka membangun Jaya Tirta yang menghabiskan dana Rp 50 juta.

Jaya Tirta tergolong baru, 2 Mei 2010 lalu launching dengan menggelar lomba bertiket Rp 75 ribu/lapak. Di acara pembukaan perdana, 60 lapak ludes diborong pecinta lele dari kawasan Matraman dan Utan Kayu. Bahkan selepas launching, Jaya Tirta semakin diburu pemancing. Alhasil kolam lomba khusus Minggu difungsikan sebagai galatama lele yang buka setiap malam (kecuali Jumat malam libur).

Jadwal galatama di Tirta Jaya dimulai dari jam 9 malam sebanyak 3 sesi. “Satu sesinya berjalan satu jam dengan tiket Rp 25 ribu dan ikan boleh bawa pulang. Sejak dibuka galatama selalu ramai. Dari 60 lapak paling banyak 50 lapak terisi setiap malam,” ungkap Rahmat yang didampingi Iwan kepada Mancing Mania (MM). Lebih jelasnya, Jaya Tirta terdiri dari 2 kolam. Kolam 1, kolam berukuran 25x8 meter untuk lomba Minggu dengan tiket ; Minggu ke 1, Rp 100 ribu, Minggu ke 2, Rp 50 ribu, Minggu ke 3, Rp 50 ribu dan Minggu ke 4 Rp 35 ribu. Adapun jarak lapak 80 cm dengan kedalaman air 1 meter. Di hari biasa kolam ini dipakai untuk galatama pada malam hari. Kolam 2, kolam harian berukuran 12x5 meter. Kolam harian dipatok Rp 15 ribu yang buka dari jam 7 pagi sampai setengah enam sore. 6 Juni 2010 lalu Jaya Tirta kembali adakan lomba ke 6 dengan tiket besar Rp 100 ribu. Begitu lomba diumumkan 2 minggu pra lomba tiket tersapu habis dan meninggalkan 13 cadangan. Lomba yang dimulai dari jam 9 pagi sampai 2 siang didatangi para mania lele dari seputaran Jakarta. "Umpan disini bebas dan wajib gunakan 2 mata kail dan ikan terkail harus kena mulut dan tidak boleh diserok pakai jaring saat strike. Kami juga memberikan pelayanan kepada pemancing dengan menyediakan joran cadangan jika peserta mengalami rusak joran selama lomba berjalan," tutur Rahmat.~ Pemancingan Lele Jaya Tirta Jalan Kebon Kelapa / Kramat Asem (Pinggir Kali Utan Kayu Selatan) Utan Kayu, Jakarta Timur Telp : (021) 0815-191917212 / Rahmat Subekti / 0813-81176630 / Dedi
|
|
Empang
|
|
Written by akto widianto
|
|
Monday, 05 July 2010 11:14 |
|
Tak pernah sepi dari para mania yang senang mancing ikan bawal dan ikan mas
 Mania berbagai usia baik tua dan muda bercampur serta berbaur bersama pada saat mancing di pemancingan PLN H. Duloh. Ini yang membuat pemancingan PLN H. Duloh tak pernah sepi didatangi oleh para mania. Saat Mancing Mania (MM) bertolak kepemancingan PLN H. Duloh untuk melihat dan memantau pemancingan ini, MM melihat keramaian dari para mania yang datang untuk memancing baik mancing kiloan (ikan bawal, lele dan ikan mas) atau harian (ikan bawal dan ikan mas) yang ada dipemancingan ini. Pemancingan PLN H. Duloh yang bebas dari becek ini menjadikan keunggulan tersendiri dibandingkan dengan pemancingan lainnya, pemancingan ini bisa dibilang pemancingan terapung karena jalan dan lapak terbuat dari bambu (diatas air) Pemancingan PLN H. Duloh telah ada sejak empat tahun yang lalu, pemilik bernama H. Abdullah (64) atau yang akrab dengan panggilan H. Duloh. H. Duloh mengatakan kepada MM kalau awalnya kolam ini adalah rawa serta lahan yang tak terawat lalu saya berinisiatif untuk membuka pemancingan, H. Duloh lalu meminta izin kepada pemilik tanah atau lahan yang dimiliki oleh PLN. Rawa dan lahan yang tidak terawat keberadaannya berhasil disulap oleh H. Duloh alhasil lahan seluas 1200 meter dijadikannya pemancingan. “Air disini bagus karena terdapat mata air yang menjadi sumber air bagi empang saya”, imbuh H. Duloh Biasanya Pemancingan PLN H. Duloh kerap mengadakan lomba pita yang biasa diadakan pada hari minggu dengan tiket sebesar Rp 50-Rp 60 ribu serta lapak yang disediakan sebanyak 20 lapak, 1 lapak 2 joran. Untuk tiket Rp 150 ribu H. Duloh membuka 40 lapak, 1 lapak 2 joran. Untuk mancing harian ikan bawal seharga Rp 17 jatah 1 Kg, 1 orang dan ikan mas Rp 20 ribu jatah 1 kg, 1 orang, 1 joran dan Rp 25 ribu untuk 1 lapak, 2 joran. Sedangkan kiloan ikan bawal 1 kg Rp 18 ribu dan ikan mas Rp 20 rb ditimbang di atas. H. Duloh yang royal dengan bonus ikan menjadikan para mania yang mancing ditempat ini begitu terkesan dan enggan berpidah atau berpaling dari Pemancingan PLN H. Duloh, pasalnya dari pengamatan MM pada saat H. Duloh memberikan bonus tidak pake ditimbang lagi alias main serok ikan di keramba lalu dituang kedalam kolam, kontan sorak sorai dari para mania dan ternyata bonusnya bisa sampai dua kali. “Mancing disini asik banyak bonusnya udah gitu engga pake ditimbang lagi” ujar Sueb mania dari ciledug. Selain bonus ikan, H. Duloh memberitahukan kalau mania dapat mengangkat ikan bawal seberat 3 kg maka mancing tidak usah bayar alias gratis. Pemancingan PLN H. Duloh yang beralamat lengkap di Duri Kosambi PLN samping GOR Bulutangkis Pelita Bakri, Jakarta Barat, memiliki sirkulasi air dengan menggunakan blower, untuk kedalaman 1,4 meter dengan tinggi air 1 meter. Tempat yang tidak becek atau bebas dari genangan air, parkir gratis dan banyak bonus ikan tanpa ditimbang menjadikan pemancingan ini layak disatroni bagi para mania yang ingin mencoba mancing di Pemancingan PLN H. Duloh khusunya mania seputan kosambi, cengkareng, kalideres, semanan dan ciledug. ndi
|
|
|