Pa’Marn, Fishing Park & Restaurant, Ramintra, Bangkok, Thailand.
Mancing Patin Mulut Besar dan Bawal
Pemancingan yang letaknya di pinggiran Kota Bangkok, layak disambangi jika suatu saat Anda bertandang ke Thailand. Kolamnya yang luas dan teduh membuat siapa saja betah mancing. Restorannya pun menyediakan makanan Muslim.
Konotasi awal saat Mancing Mania (MM) bertandang ke Bangkok, Thailand, tahun lalu menduga, bahwa kondisi pemancingan yang ada di kota ini sama dengan Jakarta atau kota-kota lain di Indonesia. Nyatanya tidak, yang dimaksud dengan pemancingan di Bangkok, kolam luas mirip setu. Dari sekian banyak pemancingan di Bangkok, salah satunya yang kerap disambangi para mania Thailand adalah Pa’Marn di kawasan Ramintra (pinggiran Bangkok) atau 40 menit dari Kota Bangkok.
Saat MM menyambangi Pa’Marn, awalnya mengira luas pemancingan itu sama seperti Jakarta. Apalagi di plang yang tertera di pinggir Jalan Raya Ramintra terbaca Fishing Park & Restaurant. Pastinya sebuah pemancingan tidak luas nan cantik. Saat menyusuri jalan masuk ke Pa’Marn, bayangan yang diperkirakan pun lenyap, ternyata pemancingan itu luasnya 1,5 hektar. Pa’Marn, arealnya cukup luas, seluas setu atau danau di Jakarta. Untuk sistim yang dipakai hampir sama dengan Indonesia, kiloan. Jenis ikan di isi plabeuk (patin mulut besar) dengan bobot dari 4 - 10 kg dan bawal dari berat 1 - 7 kg. Pa’Marn yang buka dari jam 9 pagi sampai 10 malam menggunakan sistem kiloan. Ketentuan yang berlaku, harga ikan per kilonya (pukul rata) 100 Baht (1 Baht Rp 325) dan ikan boleh dibawa pulang. Jika tidak membawa alat pancing disediakan penyewaan seharga Rp 30 ribu per satu joran lengkap dengan ril dan senar. Nah, umpannya agak beda dengan Indonesia, saat MM melihat para mania yang berlaga, umpan yang mereka gunakan umpan (lam bahasa Thai) berupa roti. Umpan roti ini diaduk-aduk dan dicampur sedikit esens, kemudian disangkutkan di mata kail. Jarang sekali MM melihat pemancing disini memakai pellet. Ukuran mata kail untuk patin dan ikan bawal hampir sama dengan yang dipakai mania Indonesia. Rata-rata mereka menggunakan 2 atau 3 mata kail, plus pelampung. Untuk aturan main, setiap pemancing jika mendapatkan ikan diatas 3 kg dilarang bawa pulang dan dikembalikan ke kolam. Dan di bawah 3 kg diperbolehkan bawa pulang. Pa’Marn dengan kedalaman 4-5 meter terdiri dari 200 lapak. Hanya saja lapak disini bentuknya beda, lapaknya beratap dan disediakan bangku dan meja, sekilas mirip kedai. Tapi ada juga pemancing yang tidak suka duduk di lapak, mereka justru mencari lapak tak beratap dan membawa bangku sendiri. Pa’Marn juga menyiapkan jasa kedi yang siap membantu dengan biaya 50 Baht. Pa’Marn juga menyediakan fasilitas restoran yang menyajikan menu muslim (di Bangkok mencari restoran muslim agak sulit) yang menyajikan lunch dan dinner yang buka dari jam 8 pagi sampai 8 malam setiap harinya. Menu yang terkenal adalah daging sapi korea panggang.*rambe
Toko Toko Pancing Nelson, Pasar Bengkok, Ciledug, Tangerang 26 August 2010 Lebih Banyak Jual Umpan
Awal mula berdirinya toko pancing ini diawali dengan menjual berbagai kebutuhan pakan burung. Semula toko Nelson khusus menjual pakan burung yang dikelola orang tuanya....